Friday, April 20, 2007

Saat aku mencintai seseorang...




Saat aku mencintai seseorang, aku selalu bertanya dalam hati…

Maukah ia menemaniku menatap mentari yang tenggelam dari atas bukit?
Menikmati langit senja yang jingga keunguan sambil merasakan hembus angin di sela padang ilalang dalam diam…

Maukah ia menemaniku mengamati hujan yang turun?
Memandangi tiap tetes yang memantulkan lingkaran di genangan air…

Maukah ia memandangi bulan purnama bersamaku di tengah malam gulita yang berangin? Menatap pendar cahaya yang keperakan di sela-sela mega yang mengabu…

Saat aku mencintai seseorang, aku selalu bertanya dalam hati…

Mengapa selalu ada ragu yang membersit di sela rongga hatiku..?
Mengapa rasa takut selalu membayangi setiap langkahku…?
Mengapa gemuruh selalu menciptakan prahara dalam jiwaku…?
Mengapa lidahku tak pernah bisa mengucapkan kata cinta lagi…?

Apakah kepercayaan telah menjadi dongeng semata…?
Ataukah kejujuran sebenarnya telah mati…?
Apakah masih ada ketulusan tersisa di langit senja yang menemaniku setiap hari…?
Apakah keraguan akan larut dalam tetes air hujan yang turun membasahi pagi…?
Apakah prahara adalah kejujuran yang hakiki hari ini…?

Saat aku mencintai seseorang, aku selalu bertanya dalam hati…

Apa arti cinta sebenarnya…?
Seperti apa tubuh kejujuran yang hakiki…?
Apakah ketulusan hanya tinggal cerita indah dari masa lalu…?
Apakah menerima keburukan masa lalu seseorang adalah bagian dari ketulusan…?
Apakah mempertanyakan kesungguhan cinta adalah kesalahan…?
Apakah meragukan kejujuran adalah dosa…?

Saat aku mencintai seseorang, aku selalu bertanya dalam hati…

Apakah dia adalah milikku sepenuhnya…?
Apakah dia memilikiki sepenuhnya…?
Apakah aku benar-benar ada dalam ruang jiwanya…?
Apakah aku harus percaya pada dusta yang terlontar dari mulutnya…?

Apakah…
Apakah…
Apakah…
Apa…
Apa…
Apa…


[Bandung, 18 April 2007 – dengan sejumput ragu dalam hati, dengan segurat merah dalam jiwa]


Jiwaku ada di bawah naungan langit malam yang gulita...

Diterangi rembulan yang redup...

Ditemani hembus bayu yang dingin...

Aku hanya mengenal kelam...

1 comment:

Anonymous said...

yakin aja bu, jangan ragu melulu udah no brp nih lagunya sama melulu? ayo dong jadiin bu, pengen datang lag ke acaranya p: lihat pakai baju putih.