Wednesday, November 23, 2005

tetap berlayar
meski tanpa pelabuhan....
tetap mengayuh
meski penat mendera....
'ku hentikan harap
'ku hentikan asa...
hanya terus berlayar
searah mana arus membawa....

dari sudut kesadaranku.........

Aku rindu kamu. Aku seperti sosok tanpa jiwa. Mungkin karena hati dan jiwaku telah kau genggam. Aku merasa hampa. Ada sesuatu yang hilang. Mungkin terbawa olehmu. Matahari tak lagi bisa hangatkan rongga jiwaku yang dingin karena sepi. Namun kadang aku juga dapat merasakan kehadiranmu. Aku dapat merasakan keberadaanmu di mana-mana. Saat aku memandang langit malam, di sana ada matamu mengawasiku. Menemaniku ke mana pun aku pergi. Menjagaku. Memberikan rasa aman dan menghapus rasa sepi yang melandaku.
#
Namun kali ini ada sedikit perbedaan. Aku sedang berada di titik terendah. Aku merasa kau hilang dari denyut-denyut nadiku. Hilang dari dalam aliran darahku. Saat aku memandang langit malam ini, semuanya terlihat begitu kelam. Aku tak dapat menemukan matamu di sana. Aku tak bisa merasakan pelukanmu lewat angin yang bertiup. Aku benar-benar sendirian. Di manakah kamu....?
#
Aku lewati malam yang jauh darimu dengan ribuan ragu dan tanya dalam hati. Apa yang kau berikan sungguh terasa manis dan indah, namun terasa begitu semu. Hanya kemayaan belaka. Aku tak ingin mencari kepastian denganmu, karena kita tak punya masa depan bersama. Tapi aku juga takut terlena dan terseret pusaran cintamu. Pusaran yang bisa menghilangkan kesadaran jiwaku atas hati dan perasaanku. Aku harus tetap terjaga, agar hatiku tak koyak. Aku tak tahu, sebesar apa cintamu padaku. Aku juga tak tahu, sedalam apa hatiku terjatuh untukmu. Hingga aku tak tahu, seberapa sakit nantinya aku, saat semua ini berakhir.
#
Aku tak mau memikirkan "akhir", tapi apakah aku akan tetap seperti ini? Aku takut, kalau-kalau aku tak lagi mampu memelihara kemurnian rasa yang ada. Aku harus benar-benar terjaga agar bisa terus menjaga komitmen yang kita bangun bersama. Apakah ini cinta....? Aku tak tahu. Aku hanya ingin nikmati semuanya selagi bisa....
#
Haruskah aku sudahi semuanya?
Haruskah aku berhenti di sini?#
Terlambatkah aku untuk berhenti?
Kuatkah aku untuk terus berjalan?
Aku sungguh kehilangan daya......
#
When missing someone isn't the sweetest part of life....
saat rapuh datang merengkuh,
hanya namamu yang bersinar
tepat di sudut kesadaranku
dan tetaplah seperti ini
sampai kapan pun....

Tuesday, November 22, 2005

jangan.....


jangan ajari aku
tentang kesunyian,
karena telah 'ku rasai
sunyi jiwa tak berujung...
#
jangan ceramahi aku
tentang kesepian,
karena tak ada yang tahu
sepinya rongga hatiku...
#
jangan gurui aku
tentang kesendirian,
karena kau tak tahu apa pun
tentang itu
#
jangan bicarakan kesedihan
denganku,
karena aku telah tahu
sebelum kau menjelma
#
jangan beritahu aku
tentang kehampaan,
karena hampa lah
yang bersarang padaku
hingga kini
#
jangan tunjukkan kebekuan
padaku,
karena waktu
telah bekukan jiwaku
sebelum kau!
#
jangan bicara panjang lebar
tentang keputusasaan,
karena aku pernah
mengecup bibirnya
yang penuh racun!
#
jangan mengobral kepahitan,
karena tak ada manis
yang datang padaku
tanpa kepahitan
#
jangan bicara apa apa denganku,
karena telah 'ku tahu
semuanya sebelum kau!
[memoir of 2002]


Monday, November 21, 2005

20 November 2005@Oh La La Cafe Dago --- ALONE



sendiri di sore yang dingin
hanya berteman hujan
aku kesepian...
tapi tak merasa hampa
karena hujan begitu indah
dan melankolis...


aku tak mau
mengekang jiwaku atas nama cinta
aku tak mau...!
aku ingin jiwaku bebas...!
aku tak mau mengurung hatiku
walaupun atas nama cinta...
aku kesepian...
tapi aku yakin
kau tak tahu itu...
karena memang tak pernah ada yang tahu....

aku

aku adalah jiwa yang teraniaya
tapi aku tak ingin
menumpahkan dendamku padamu...
#
semoga kau mengerti itikadku...
#
aku hanya perempuan kecil
#
yang telah terbiasa
dengan rasa sakit,
namun tak ingin
menyakiti siapa pun...
#
terutama kamu....
#
kau adalah warna baru
dalam hidupku,
karena senyummu
hadirkan tawa dalam diriku...
#
aku hanyalah
sepotong jiwa yang rapuh...
#
maka saat kau ulurkan cinta,
aku hanya punya satu pinta...
#
maukah kau menjagaku...?
#
jika tidak.....
#
jangan cintai aku.......

Friday, November 18, 2005

...........TAK PERNAH.......

tak pernah lagi 'ku buka hatiku
untuk menerima uluran
dan tawaran hati...
#
tak lagi pernah 'ku percayakan
jiwa yang hampa ini
pada siapa pun
karena tak pernah 'ku lihat ketulusan
terpancar dari tiap ulur
yang 'ku terima...
#
namun saat kau datang menghampiri
aku tak kuasa menolakmu...
#

jerat yang kau tebar terlalu kuat untukku...

Friday, November 11, 2005

tanpa judul...

bisik angin lembut
bergemerisik sendu
di antara ilalang
mengalunkan tembang
syahdu & mendayu
menyentuh sudut kalbuku
lalu aku berseru,
hai lazuardi!
dermaga kecil itu
telah mengelabuiku
tak ditepatinya janji padaku
ditebarnya jaring kekecewaan
menjerat bidukku yang lemah ini....
tinggallah aku di sini
kecewa dan terhempas
atas nama cinta...

Thursday, November 10, 2005

sendiri


















kembali 'ku kayuh biduk kecilku
berlayar tanpa pelabuhan...
'ku tahu satu saat dermaga itu
akan terlihat di balik layarku...
yang 'ku tak tahu hanyalah
berapa jauh perjalanan
yang harus 'ku tempuh
hingga 'ku lihat dermagaku...

di belakangku badai menderu
mungkin 'ku harus bergumul
dengan awannya yang hitam
sebelum 'ku dapatkan cahaya...

mungkin itu yang harus 'ku lakukan
sebelum 'ku dapati dermagaku...