Sunday, May 28, 2006

S E N D I R I

di puncak tertinggi ini aku berdiri di bawah langit senja, menatap kotaku yang meredup cahayanya. hembus angin terasa sejuk, seolah mencoba menolongku menepis semua kesedihan dan kegelisahan yang berkarat dalam hatiku. jiwaku rasanya sudah mati, hanya ada sepotong raga kosong yang tersisa.

tak ada salahnya menikmati kesendirian. mungkin aku kurang memberi waktu pada diriku sendiri selama ini. mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk memikirkan diriku sendiri. sepanjang hidupku aku selalu berusaha untuk membahagiakan orang lain. selalu berusaha untuk ada di setiap lekuk liku kehidupan orang lain, hingga saat mereka perlu bantuanku, aku sudah siap di belakang mereka. namun rupanya tak pernah ada yang adil di dunia ini. atau mungkin aku yang terlalu banyak berharap. berharap orang lain akan melakukan hal yang sama padaku, sementara mereka tak pernah menganggap aku pantas menerima pemujaan yang begitu hebat. maka kini tinggallah aku di sini, sendiri ditemani jiwa yang retak.

ke mana kah dirinya di saat aku butuh pegangan...?

di mana kah nuraninya ketika aku berseru padanya sampai jatuh berlutut dan memohonnya untuk datang...?

wahai kau yang mencintaiku... sedalam apa kiranya hatimu... aku yang tersungkur sendiri di bawah pijakan kenyataan, hanya bisa berharap mata hatimu terbuka sebelum nyawa ini melarut bersama angin senja...

No comments: