Friday, May 11, 2007

GUE PERCAYA

gue percaya...
Tuhan gue nggak pernah menghukum umatnya [nggak tau ya, kalo Tuhannya orang lain]

gue percaya...
apapun yang terjadi dalam hidup gue adalah pembelajaran yang bakal bikin gue jadi semakin kuat ngejalanin hidup[termasuk all those jerks who tried to stab me from behind, all those weirdos who think they knew everything about me, all those strangers who tried to distract my mind, etc, etc, etc]
gue percaya...
semakin banyak gue dikata-katain orang, semakin sayang Tuhan sama gue, karena siapapun itu, dia nggak lebih baik dari gue [apalagi kerjaannya cuma bisa ngomentarin hal-hal yang nggak masuk akal]
gue percaya...
gue dan teman-teman gue pasti bakalan maju terus, apapun yang terjadi [biarpun GF dibekukan dan biaya penanggulangan HIV-AIDS belum masuk APBD atau APBN]
gue percaya...
laki gue cuma cinta sama gue dan anak gue aja [bukannya nggak ada yang naksir gue, naksir mah banyak buanget, tapi nggak sesuai kriteria aja...hehehehe...]
gue percaya...
gue punya kemampuan yang cukup untuk ngalahin ego gue sendiri
gue percaya...
perbandingan orang yang sayang sama gue jauh lebih besar daripada orang yang benci sama gue
gue percaya...
time will tell everything...

LOG BOOK MK

kalo lagi in charge di rumah sakit, adalah kewajiban kita buat baca dan ngisi log book. baca log book buat gue termasuk hiburan juga, soalnya anak-anak nggak cuma ngomongin delegasi kerjaan atau ngasih informasi terbaru tentang klien atau kebijakan rumah sakit lainnya. ada yang curhat. ada yang galau. ada yang kesel. ada yang sedih. ada yang seneng. ada yang asal ngomong. bahasanya juga macem-macem. dari mulai bahasa indonesia, bahasa inggris, bahasa cina, bahasa arab sampe bahasa sunda juga nyampur jadi satu.
kalimat awal biasanya dimulai dengan "halo...jumpa lagi dengan [nama] di sini...". atau "hai, ini [nama] lagi in charge di [nama rumah sakit]".
kadang gue liat log book itu akhirnya berubah fungsi jadi ajang curhat aja. informasi tentang klien yang dirawat biasanya malah muncul belakangan. tapi nggak apa-apa, karena isi log book itu nggak pernah keluar kemana-mana, jadi rahasia anak-anak aman di situ. log book itu jadi saksi bisu semua emosi anak-anak. buku itu nggak ngomong apa-apa tapi dia punya dinamika sendiri. ada ups and downs-nya. ada juga yang kasih saran, kasih jalan keluar, atau sekedar ngasih semangat. gue ngerasanya log book itu jadinya lebih efektif daripada closed meeting.

Thursday, May 10, 2007

"bun, pinjem korek."
"bun, makan yuk!"
"mau kemana kita, bun?"
"adin lagi apa, bun?"
"bun, tolong terjemahin ini dong."
"bun, daddy pergi dulu ya."
"bun, ntar in charge di mana?"
"bun, ntar pulangnya makan bebek dulu ya."
"bunda mau lunch bareng nggak?"
"bun, daddy ke IHPCP dulu ya."
"bun, password email diganti ya?"
"bun, rokok daddy di mana ya?"
"bun, liat inhaler daddy nggak?"
"bun, ntar gantiin oli mobil ya."
"bun, isi bensin dulu ya."
"kalo bebek penuh, plan B-nya apa, bun?"
"ayo bun..."
"bun, tolong air dong, mau minum obat."
"sayang nggak sama daddy-nya?"
"istrinya siapa sih ini...?"
"give me a kiss..."

...

sekilas rutinitas yang nggak akan ada selama 2 minggu ini...